Sabtu, 05 Januari 2013

Standar Kualitas Air Minum Sehat dengan TDS

0 komentar
Cara lain untuk mengetahui kualitas air minum sehat dan layak dikonsumsi adalah dengan melihat kandungan TDS-nya (total dissolved solids) atau kandungan unsur mineral non-organik dalam air.
Mineral dalam air ada dua. Pertama mineral organik, yaitu mineral yang baik bagi tubuh manusia yang berasal dari sayur, buah, daging, telor, atau susu. Kedua mineral non-organik atau mineral dari benda mati yang tidak bisa diurai oleh tubuh. Contoh mineral non-organik misalnya : zat kapur, besi, timah, magnesium, tembaga, sodium, chloride, dan chlorine. Air yang mengandung mineral non-organik tinggi sangat tidak baik untuk kesehatan. Mineral non-organik seperti ini tidak hilang dengan cara direbus.
Terlalu banyak mineral non-organik di dalam tubuh sangat berbahaya untuk kesehatan. Sebab,  ia akan mengendap di dalam tubuh dan menimbulkan penyakit. Misalnya bila mengendap di mata menimbulkan katarak, mengendap di ginjal menimbulkan batu ginjal, pada pembuluh darah mengakibatkan pengerasan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, dan stroke. Bila mengendap pada persendian akan mengakibatkan pengapuran tulang, dll.
Berkaitan dengan TDS ini, ada empat kategori air :
  1. TDS lebih dari 100 ppm : air tidak layak minum
  2. TDS antara 10  –  100 ppm : air layak minum
  3. TDS antara 1  –  10 ppm : air murni
  4. TDS 0 ppm : air organik
World Health Organization (WHO) telah merilis antara lain bahwa standar air minum sehat yang layak dikonsumsi harus memiliki kadar TDS dibawah 100 ppm. Lebih dari berarti tidak layak minum.

Standar Kualitas Air Minum Sehat dari Pemerintah

0 komentar


Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan No.907 Tahun 2002 tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, telah menetapkan beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi agar dinyatakan sebagai air minum sehat dan layak konsumsi : Pertama, syarat fisik. Air minum sehat haruslah tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak boleh keruh. Selain itu suhu air harus sejuk dan air tidak menimbulkan endapan.
Kedua, syarat kimiawi. Air minum sehat tidak boleh tercemar logam berat, zat beracun seperti senyawa hidrokarbon dan detergen. Logam berat misalnya timbal (Pb), tembaga (Cu),  Cadmium (Cd),  Raksa (Hg),  Perak (Ag) dan Cobalt (Co). Air minum sehat secara kimiawi harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Ketiga, syarat mikrobiologi. Air minum sehat tidak boleh mengandung cemaran mikrobiologi sedikitpun, misalnya bakteri pathogen. Bakteri pathogen yang tercantum dalam Kepmenkes yaitu Escherichia colli, Clostridium perfringens, dan Salmonella. Bakteri pathogen bisa menyebabkan tifus, kolera, disentri serta muntaber.

Manfaat Air Mineral

0 komentar
Manfaat Air Mineral. Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan di bumi, air menutupi hampir 71 % permukaan di bumi. Terdapat 1,4 triliun Km3 tersedia di bumi, air sebagian besar terdapat di laut ( air asin ) dan pada lapisan - lapisan es ( di kutub dan di puncak - puncak gunung ), akan tetapi juga dapat berbentuk awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam objek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air. 
Air mineral adalah air yang mengandung mineral atau bahan - bahan terlarut lainya yang dapat merubah rasa atau memberi nilai - nilai terapi. Banyak kandungan garam , sulfur, dan gas - gas yang larut di dalam air mineral. Air juga terdapat dalam tubuh manusia berfungsi untuk menjaga kesegaran, membantu pencernaan, serta mengeluarkan toxic - toxic dalam tubuh. Air mempunyai banyak manfaat yang direguk dari air putih, bukan hanya sekedar nikmatnya kesegaran. Tubuh manusia membutuhkan air kurang lebih 2 L sampai 2,5 L per hari ( 8 sampai 10 gelas ).
 

Air Mineral Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template